• Jelajahi

    2014 - © Portal Blog | arizman.com

    Iklan

    sticker-whatsapp

    All About Liverpool - Juara

    arizman.com
    7/20/2020, 15:49 WIB
    daftar
    All About Liverpool - Juara
    Liverpool FC - Juara

    arizman.com - Setelah penantian panjang 30 tahun, Liverpool FC bisa kembali menjadi juara di Premier League musim 2019 / 2020 setelah terakhir kali juara di tahun 1990.

    Tulisan all about Liverpool - juara ini semua hal tentang Liverpool FC mulai dari sejarah sampai update info terkini Liverpool FC didedikasikan untuk semua fans Liverpool FC dan pembaca yang ingin tahu tentang Liverpool FC.
    Sejarah
    Masa lalu Liverpool sarat cerita sukses, padahal awalnya dibentuk cuma gara-gara untuk mengisi home base yang tengah kosong. Salah satu dari 8 fakta unik stadion Anfield yaitu Anfield merupakan stadion pertama di dunia yang tak punya klub.

    Simbol kegarangan Liverpool FC This is Anfield terpampang di lorong stadion Anfield, tulisan itu mengandung daya magis yang membuat keder tim-tim tamu yang bertandang ke Anfield.

    Liverpool FC merajai Inggris dan Eropa di era 60, 70 dan 80-an sampai saat ini sudah mengoleksi 19 gelar juara divisi 1 dan 6 gelar juara piala Champions.

    Stadion Anfield sebelumnya ditempati Everton tetapi awal tahun 1892 ada kesalahpahaman antara John Houlding dan pemilik klub everton dan akhirnya Everton cabut dari Anfield pindah ke markas baru Goodison Park.

    Setelah Everton cabut, John Houlding kebingungan punya stadion tapi tidak punya klub. Setelah merekrut 10 pemain Skotlandia, Liverpool Football Club (LFC) resmi berdiri 15 Maret 1892 dan memulai petualangan di Liga Inggris dari Divisi II.

    1892-1923
    memulai langkah dari Divisi II, dua tahun kemudian tampil di Divisi I dan 6 tahun setelah naik ke Divisi I, Liverpool meraih juara pertama kali di tahun 1901 di bawah pelatih Tom Watson.

    Gelar kedua tahun 1906, lalu juara dua tahun berturut-turut 1922 dan 1923.

    1924-1958
    Setelah tahun 1923, Liverpool harus puasa gelar bahkan sempat terpuruk ke titik terendah, di tahun 1954 degradasi ke Divisi II.

    1959-1974
    Setelah kering gelar selama 35 tahun dan degradasi ke Divisi II, Bill Shankly memulai sentuhan ajaibnya di liverpool.

    Shankly menerapkan filosopi sosialismenya dimana sepakbola adalah permainan tim dan setiap pemain wajib membantu pemain lainnya yang tampil buruk.

    Strategi permainan five-a-side atau sederhananya Pass and Move juga dibawa ke markas Liverpool serta merekrut Ian St. John untuk mempertajam barisan penyerang.

    Bill Shankly hanya membutuhkan waktu 3 tahun dari Divisi II untuk mengembalikan nama besar Liverpool Juara Divisi I. Tahun 1963-64 The Reds menjadi juara liga dan terus memanen gelar dengan materi pemain-pemain legendaris Ian St. John, Ian Callaghan, Tommy Smith.

    Di tahun 1965-66 dan 1972-73 The Reds kembali juara Divisi I dan untuk pertama kalinya merebut Piala UEFA 1972-73.

    Di tahun 1965, Liverpool pertama kali memboyong FA Cup ke Anfield serta kedua kalinya 1973-74.

    Bill Shankly jadi legenda Anfield, Bill makes everybody happy.

    1974-1983
    Setelah Bill Shankly pensiun, berlanjut ke era Bob Paisley. Bob Paisley dianggap sebagai salah satu manajer sukses di Inggris menghadirkan 6 kali juara liga, 3 Piala Liga, 3 Piala Eropa dan 1 Piala UEFA.

    Dengan materi pemain sekelas Ian Rush, Alan Hansen, Steve McMahon, Graeme Souness dan Kenny Dalglish Liverpool menjadi tim yang garang.

    Diawali dua kali beruntun juara liga dan Piala UEFA kemudian berlanjut di tahun 1976-77 dan 1977-78 Liverpool menggondol Piala Champions, Piala Super Eropa dan Charity Shield.

    Keganasan Dalglish dkk, dikenal ke seluruh negeri selama tiga tahun berturut-turut 1981, 1982, 1983.

    1983-1990
    Antara tahun 1983 sampai 1985, Liverpool masih bisa unjuk gigi 1 gelar liga, 1 Piala Liga, dan 1 Piala Eropa berhasil diraih.

    Di era Fagan terjadi tragedi Heysel di Belgia saat final Piala Champions 1985 tembok stadion runtuh akibat desakan penonton yang ingin masuk stadion dengan jumlah korban meninggal 39 orang.

    Akibat tragedi itu, Liverpool dan klub-klub inggris lainnya harus menjalani hukuman selama lima tahun tidak boleh tampil di tingkat eropa.

    Setelah peristiwa Heysel, Fagan mengundurkan diri dan digantikan oleh Kenny Dalglish. King Kenny sukses sebagai pemain dan juga sebagai pelatih menyumbangkan 3 kali gelar liga dan 2 Piala FA, sayangnya pasukan Dalglish seperti John Aldridge, John Barnes, Peter Beardsley dan Ian Rush tidak mempunyai kesempatan tampil di ajang Eropa akibat hukuman yang harus dijalani.

    Pada 15 April 1989 terjadi tragedi Hillsborough yang menewaskan 96 orang akibat tembok stadion yang runtuh karena desakan orang saat Liverpool bertanding, King Kenny pun mengundurkan diri.

    1990-2000
    Era 90-an menjadi masa paceklik gelar bagi Liverpool, Graeme Souness yang mengambil alih posisi pelatih tidak mampu berbuat banyak. Kehilangan gelar di kancah lokal dan tidak mampu mengangkat Liverpool di kancah eropa setelah masa hukuman selesai.

    Hanya 1 kali gelar Piala FA yang bisa dipersembahkan Souness selama tiga tahun kepemimpinannya tetapi sisi positifnya adalah munculnya bintang-bintang muda Liverpool seperti Steve McManaman, Robbie Fowler dan lainnya.

    Roy Evans kemudian ditunjuk menjadi pelatih, selama 4 tahun cuma 1 Piala Liga yang berhasil diboyong ke Anfield. Mulai musim 1998-1999, Roy Evans berduet dengan Gerrard Houllier menjabat pelatih Liverpool. Akhir musim 1999, Evans mengundurkan diri dan Houllier pun menjadi pelatih asing pertama di Liverpool.

    Dibawah Kepelatihan Houllier muncul sederet pemain muda potensial seperti Michael Owen, Steven Gerrard, Jamie Carragher.

    2000-2015
    Dibawah pelatih Houllier, Liverpool memboyong 3 piala dalam satu musim (treble) di tahun 2001, yaitu Piala FA, Piala Liga dan Piala UEFA, runner-up di liga premier di musim 2001-2002 serta 1 lagi Piala Liga di tahun 2003 sebelum akhirnya digantikan oleh Rafael Benitez di akhir musim 2003-2004.

    Di musim pertamanya, Benitez berhasil mempersembahkan Piala Champions ke 5 setelah mengalahkan AC Milan lewat adu penalti setelah sebelumnya imbang 3-3. Di musin 2005-2006, berhasil meraih Piala FA dan mengantarkan kembali Liverpool ke final Liga Champions di tahun 2007 tetapi sayangnya hanya runner-up karena kalah dari AC Milan.

    Di tahun 2010, Benitez digantikan oleh Roy Hodgson tetapi karena performa klub yang tidak sesuai harapan Hodgson digantikan kembali oleh Kenny Dalglish di awal Januari 2011.

    Dalglish bisa membawa Piala Liga (league cup) di musim 2011-2012 sebelum digantikan oleh Brendan Rodgers.

    Di musim 2013-2014, Liverpool kembali menempati posisi runner-up di klasemen akhir liga inggris sampai akhirnya di tahun 2015, Brendan Rodgers digantikan oleh Jurgen Klopp.

    2015-Sekarang
    Di musim pertamanya, Jurgen Klopp bisa mengantarkan Liverpool ke Final Piala Liga serta Final Liga Europa walaupun kedua-duanya kalah dari Manchester City serta Sevilla dan posisi ke 8 di Liga Inggris.

    Jurgener Believers


    Di musim 2016-2017, Klopp bisa membawa Liverpool menembus posisi 4 besar. Di musim 2018-2019, Liverpool kembali hanya di posisi runner-up klasemen akhir liga inggris dengan poin 97 hanya beda 1 poin dengan Manchester City tetapi pasukan Klopp berhasil membawa pulang Piala Champions ke 6 setelah mengalahkan sesama tim inggris lainnya di final yaitu Tottenham Hotspur serta Piala UEFA Super Cup & kejuaraan dunia antar klub (FIFA Club World Cup) di tahun 2019.

    Di musim 2019-2020, Klopp berhasil membawa Liverpool juara liga premier inggris untuk yang ke-19 kali di saat kompetisi masih menyisakan 7 pertandingan setelah sebelumnya ada jeda kompetisi akibat pandemi Covid-19. Di pertandingan terakhir musim 2019-2020, Liverpool berhasil mengalahkan Newcastle United 3-1 di kandang lawan sekaligus mengoleksi total 99 poin, jumlah poin tertinggi sepanjang sejarah klub Liverpool dalam satu musim kompetisi

    Legenda Anfield
    Banyak legenda lahir di Anfield berikut ini beberapa diantaranya :

    Ian Callaghan
    Ian menjadi pemain serba bisa di sektor tengah, ditunjang skill menawan dan determinasi mengagumkan bisa membawa liverpool ke divisi I dan memberi banyak gelar prestisius untuk The Reds.

    Pemain bernomor punggung 7 ini beruntung bisa menikmati sentuhan ajaib Bill Shankly dan Bob Paisley meraih prestasi spektakuler 5 gelar Liga Inggris, 2 Piala FA, 2 Piala Champions, 1 Piala UEFA, dan 1 Piala Super Eropa. Bermain sebanyak 848 pertandingan selama 18 tahun sejak 1960 sampai 1978 dan menyumbang 50 gol.

    Kevin Keegan
    Karir Keegan sebagai pemain Liverpool sebenarnya terhitung pendek, tetapi selama 6 tahun Keegan mencetak gol-gol yang selalu dikenang.

    Duetnya bersama John Toschak memberi gelar 2 juara liga, 2 Piala FA, 1 Piala Champions. Keegan dijuluki The King of The Kop oleh suporter Liverpool.

    Kenny Dalglish
    Dalglish mewarisi gelar King of The Kop setelah kepergian Keegan ke Hamburg, kemampuannya sebagai pemain serba bisa, determinasi bola yang tinggi dan kerjasama tim yang baik menjadikan Dalglish pemimpin permainan. Tidak hanya dahsyat dilapangan tetapi juga sebagai pelatih mampu mempersembahkan 3 kali juara liga inggris, 2 kali Piala FA, dan 4 kali charity shield. Sayangnya dunia tidak sempat menyaksikan kehebatan dalglish karena saat itu klub-klub inggris tengah menjalani hukuman dari FIFA akibat tragedi Haysel tahun 1985.

    Ian Rush
    Rush (Si Burung Betet) merupakan salah satu penyerang paling berbahaya yang pernah dimiliki Liverpool, duetnya bersama Kenny Dalglish menjadi salah satu tandem terbaik yang pernah dimiliki The Reds.

    Kemampuan Dalglish menerobos pertahanan lawan kerap disambut akselerasi dan tembakan jitu Rush, selama 469 kali membela Liverpool mampu mencetak 229 gol.

    Rush dibeli dari Chester City dengan bandrol 300.000 pound tahun 1980, sempat duduk di bangku cadangan selama 2 tahun sebelum Bob Paisley memberinya kesempatan unjuk gigi, puncaknya 30 gol disarangkan di musim 1986-1987.

    Sempat hijrah ke Juventus musim 1987-1988, Rush kembali ke Liverpool musim 1988-1989 dan gelar demi gelar dipersembahkan buat The Reds 3 kali juara liga dan 3 kali Piala FA.

    John Barnes
    Musim pertamanya di Liverpool diwarnai polemik, para suporter merasa nilai transfernya terlalu tinggi untuk pemain semuda Barnes tetapi aksinya yang kian cemerlang membungkam semua kritik yang diarahkan padanya.

    Barnes menjadi idola Anfield baik di dalam maupun di luar lapangan, waktu para pemain Liverpool merilis lagu berjudul Anfield Rap, Barnes didaulat untuk menyanyikannya.

    Pemain yang lahir di Jamaika ini telah memperkuat tim nasional Inggris sebanyak 79 kali dan pensiun dari sepak bola tahun 1997 dalam usia 34 tahun.

    Steven Gerrard
    Kapten, pemain serba bisa dan legenda Liverpool ini juga merupakan salah satu pemain tengah terbaik dunia tidak hanya umpannya yang akurat tetapi juga memiliki tendangan jarak jauh yang luar biasa.

    Lahir 30 Mei 1980, salah satu jebolan Liverpool Football Academy ini memulai debut di tim senior Liverpool tahun 1998. Meraih penghargaan sebagai pemain terbaik eropa tahun 2005 serta menjadi satu-satunya pemain sepak bola yang mencetak gol di final Piala FA, final Piala Liga, final Piala UEFA serta final Piala Champions dan membawa timnya juara.

    Salah satu momen yang paling dikenang adalah ketika berhasil membawa Liverpool juara dan membalikan keadaan saat tertinggal skor 3-0 ketika melawan AC Milan di final Piala Champion tahun 2005 di Istanbul.

    Steven Gerrard menghabiskan 17 musim di Liverpool (1998-2015) dengan pencapaian 2 Piala FA, 3 Piala Liga, Piala Champions, Piala UEFA, Piala Super Eropa serta FA Community Shield.

    Salah satu penyesalan Steven Gerrard adalah terlalu cepat memutuskan untuk pindah klub sebelum kedatangan Jurgen Klopp ke Liverpool tahun 2015.

    Banyak pemain hebat liverpool, mulai dari striker, gelandang, bek, sampai kiper seperti Robbie Fowler, Michael Owen, Steve Mcmanaman, Fernando Torres, Luiz Suarez, sampai pemain yang sekarang masih membela panji Liverpool Mo Salah, Mane, Firmino, Van Dijk, Alisson Becker dkk.

    Alisson Becker


    Akademi Sepakbola Liverpool
    Sekolah sepak bola, itulah jawaban yang diberikan Liverpool bagi pembinaan tim masa depan. Kemenangan 7-1 Liverpool atas Southampton bulan Januari 1998 menjadi bukti kedahsyatan 7 pemain muda jebolan Liverpool Football Academy yaitu Michael Owen, Robbie Fowler, Steve Mcmanaman, Jamie Carragher, David Thompson, Steven Gerrard dan Stephen Wright.

    Tanggal 20 Januari 1999 silam Liverpool meresmikan sekolah sepak bolanya yang baru seluas 230.000 meter persegi di Liverpool Way, Kirkby.

    10 lapangan bola dengan sistem irigasi yang ramah lingkungan dan training camp khusus buat kiper, tidak kurang 50 ton rumput ditanam untuk kesepuluh lapangan yang ada.

    Selain itu juga terdapat Indoor Training Facility serta dibangun gedung utama yang megah, mewah, dan tentu saja modern.

    Sekolah sepak bola Liverpool tidak hanya menekankan pada kemampuan individu di lapangan tetapi juga dilengkapi ruang-ruang kelas untuk memberikan materi pelajaran etika di lapangan agar setiap lulusan sekolah sepak bola Liverpool tidak cuma jago mengolah bola tetapi juga punya jiwa sportif dan good behaviour di lapangan.

    Liverpool FC


    Prestasi
    Premier League / Divisi I (19 Kali) : 1900-01, 1905-06, 1921-22, 1922-23, 1946-47, 1963-64, 1965-66, 1972-73, 1975-76, 1976-77, 1978-79, 1979-80, 1981-82, 1982-83, 1983-84, 1985-86, 1987-88, 1989-90, 2019-2020

    Divisi II (4 kali) : 1893-94, 1895-96, 1904-05, 1961-62

    Piala FA (7 kali) : 1964-65, 1973-74, 1985-86, 1988-89, 1991-92, 2000-01, 2005-06

    Piala Liga (8 kali) : 1980-81, 1981-82, 1982-83, 1983-84, 1994-95, 2000-01, 2002-03, 2011-12

    FA Community Shield (15 kali) : 1964, 1965, 1966, 1974, 1976, 1977, 1979, 1980, 1982, 1986, 1988, 1989, 1990, 2001, 2006

    UEFA Champions League (6 kali) : 1976-77, 1977-78, 1980-81, 1983-84, 2004-05, 2018-19

    UEFA Cup (3 kali) : 1972-73, 1975-76, 2000-01

    UEFA Super Cup (4 kali) : 1977, 2001, 2005, 2019

    FIFA Club World Cup (1 kali) : 2019

    Penutup
    Bagiku menang kalah Liverpool FC selalu tetap di hati, What a Club... What a History... You'll Never Walk Alone.

    Terkini

    Otomotif

    +
    close
    promo
    close
    promo